Senin, 15 Agustus 2022, PEMBELAJARAN TEMATIK Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan Subtema 2 Bekerja Sama Mencapai Tujuan Kelas 6 SDN 1 BAKAUHENI
Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1 Bekerja Sama Mencapai Tujuan
Pendamping Pembelajaran 1
Pendalaman Materi
Muatan Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Menuliskan Informasi Penting Suatu Teks
Menggunakan Kalimat Efektif
Kita
dapat menuliskan kembali informasi penting yang terdapat dalam suatu teks. Hal
tersebut dapat memudahkanmu untuk mengingat informasi yang sudah kamu temukan
dalam suatu teks. Akan tetapi, kamu perlu menuliskan kembali informasi tersebut
menggunakan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki susunan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang tercantum dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan menggunakan kata yang sesuai. Kalimat efektif memiliki susunan yang berurutan, yaitu S (subjek), P (predikat), O (objek), dan K (keterangan). Perhatikan contoh kalimat efektif berikut!
|
No |
Kalimat |
Subjek ( O ) |
Predikat ( P ) |
Objek ( O ) |
Keterangan ( K ) |
|
1 |
Seluruh bangsa
Indonesia mempertahankan kemerdekaan. |
Seluruh bangsa
Indonesia |
mempertahankan |
kemerdekaan. |
|
|
2 |
Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
di Jakarta. |
Ir. Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta |
memproklamasikan |
kemerdekaan Indonesia |
di Jakarta. |
Ayo Berlatih
Bacalah teks berikut
dengan saksama!
Pertempuran di Surabaya sebagai Upaya
Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Tahukah
kamu sejarah ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan? Pada
tanggal 10 November 1945, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur, terjadi pertempuran
antara tentara Indonesia dan
tentara Sekutu. Pertempuran tersebut merupakan salah satu pertempuran terbesar
dan terberat dalam sejarah Indonesia.
Puncak
pertempuran antara tentara Indonesia dan tentara Sekutu adalah ketika pemimpin
tentara Sekutu dari Inggris, yaitu Brigjen Aubertin Walter Sothern Mallaby
gugur. Tentara Inggris sangat geram melihat pemimpin mereka gugur. Mereka pun
mengajukan surat yang berisi tuntutan untuk menyerah dan tunduk tanpa syarat.
Surat tersebut harus diserahkan dan ditandatangani sebelum pukul 06.00, 10
November 1945. Jika ultimatum tersebut diabaikan, Inggris akan menghancurkan
Surabaya bersama dengan Sekutu.
Melalui
perundingan panjang, akhirnya tepat pada tanggal 10 November, rakyat Surabaya
mendapat dukungan dari Bung Tomo untuk terus mempertahankan Surabaya dari
Sekutu. Bung Tomo memberikan dukungan melalui pidato di radio dengan seruan:
"Merdeka atau mati! Sekali Merdeka tetap merdeka!" Seruan tersebut
membuat rakyat Surabaya berjuang hingga titik darah penghabisan dan akhirnya
mereka dapat mempertahankan Surabaya dari Sekutu.
Sumber:
Sejarah Nasional Indonesia, dengan penyesuaian
Temukanlah tiga
informasi penting yang terdapat dalam teks tersebut! Tuliskan informa penting
tersebut di buku tugasmu! Tuliskan menggunakan kalimat efektif!
Pendalaman Materi
Muatan IPS KD 3.4 dan
4.4
Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Setelah
kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, bangsa asing datang kembali untu
menguasai Indonesia. Perjuangan pun berlanjut dengan tujuan untuk
mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan tidak lagi bersifat
kedaerahan, melainkan bersifat nasional. Berikut beberapa pertempuran yang
dilakukan sebagai upaya mempertahanka kemerdekaan Indonesia.
1. Pertempuran Medan Area
Pertempuran
Medan Area terjadi di Medan, Sumatra Utara. Penyebabnya adalah Sekutu dan
Belanda ingin mengambil alih kekuasaan di Kota Medan. Penduduk pun tidak terima
dan melakukan perlawanan. Untuk menghadang dan membatasi gerak para pemuda,
Sekutu memasang papan yang tertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (batas resmi
wilayah Medan) di berbagai pinggiran Kota Medan. Oleh karena itu, pertempuran
ini dikenal dengan nama Pertempuran Medan Area.
2. Pertempuran Ambarawa
Pada
20 Oktober 1945, tentara Sekutu mendarat di Semarang sambil membonceng NICA
(organisasi semi militer Belanda). Hal ini menimbulkan kemarahan pihak
Indonesia. Salah satu tokoh pertempuran ini adalah Kolonel Soedirman. Beliau menerapkan
taktik serangan
mendadak di semua sektor dan pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh
terkurung. Pada 15 Desember 1945, pertempuran berakhir. Indonesia berhasil
merebut Ambarawa dan mengusir Sekutu dari Ambarawa. Untuk mengenang pertempuran
tersebut didirikan Monumen Palagan Ambarawa.
Pasukan
Inggris tiba di Bandung sambil membawa serta NICA (organisasi semi militer
Belanda). Akibatnya, pertempuran tak terhindarkan. Beberapa kali TKR (Tentara
Keamanan Rakyat) dan rakyat melancarkan serangan ke markas Sekutu. Sekutu
menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Kota Bandung segera
dikosongkan dari penduduk dan tentaranya.
Ultimatum
Sekutu tersebut mendorong TRI (Tentara Republik Indonesia) melakukan operasi
"bumi hangus. Peristiwa ini kemudian lebih dikenal dengan Peristiwa
Bandung Lautan Api karena pada 23 Maret 1946 para pejuang Indonesia
membumihanguskan Bandung bagian selatan untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA
menggunakan semua fasilitas sebagai markas mereka.
Sumber:
Sejarah Nasional Indonesia, dengan penyesuaian.
Pendalaman Materi
Muatan IPA KD 3.3 dan
43
Cara Hewan Menyesuaikan Diri terhadap
Lingkungan
Seperti halnya
tumbuhan, hewan juga melakukan penyesuaian diri. Secara umum, tujuan hewan
melakukan penyesuaian diri adalah untuk mempertahankan hidup, Namun, secara
khusus, tujuan penyesuaian diri pada hewan adalah sebagai berikut.
1. Memenuhi kebutuhan
hidup, misalnya air dan makanan.
2. Mengatasi kondisi
lingkungan yang ekstrem, misalnya lingkungan yang sangat panas dingin, atau
kering.
3. Melindungi diri dari
pemangsa.
Perbedaan
jenis makanan yang tersedia di tiap lingkungan mengakibatkan hewan memiliki
struktur tubuh yang berbeda juga. Berikut beberapa contoh penyesuaian struktur
atau alat tubuh hewan terhadap lingkungannya.
1. Struktur gigi
Perbedaan
struktur gigi dapat ditemukan pada jenis hewan karnivor, herbivor, dan omnivor.
![]() |
| Gigi taring pada buaya |
a. Struktur hewan
pemakan daging (karnivor) tersusun atas gigi taring yang sangat tajam. Contoh
hewan karnivor, yaitu kucing, harimau, buaya, dan ikan hiu.
![]() |
| Gigi geraham pada kuda |
b. Hewan pemakan
tumbuhan (herbivor) memiliki susunan gigi yang terdiri atas gigi seri dan
geraham. Contoh hewan herbivor, yaitu sapi, kuda, dan kambing.
![]() |
| Gigi taring pada kera |
c. Hewan pemakan daging
dan tumbuhan (omnivor) memiliki gigi yang terdiri atas gigi seri, gigi taring,
dan gigi geraham. Contoh hewan omnivor, yaitu tikus dan kera.
2. Bentuk paruh
Perbedaan
bentuk paruh dapat ditemukan pada jenis unggas atau burung.
![]() |
| Burung elang |
a. Paruh burung pemakan
daging terlihat kokoh, runcing, dan tajam, serta agak melengkung. Paruh
tersebut digunakan untuk merobek daging mangsa. Contohnya, paruh burung elang
dan burung hantu.
![]() |
| Burung kolibri |
![]() |
| Burung pelikan |
c. Paruh burung pemakan
ikan berbentuk panjang dan berkantong yang digunakan untuk membawa ikan hasil
tangkapannya. Contohnya, paruh burung pelikan.
![]() |
| Burung kenari |
d. Paruh burung pemakan biji berbentuk pendek, tebal, dan runcing karena digunakan untuk memecah biji bijian. Contohnya, paruh burung pipit dan burung kenari.
![]() |
| Burung pelatuk |
e. Paruh burung pemakan
serangga berbentuk runcing dan agak panjang karena digunakan untuk mematuk dan
mengambil serangga yang ada di balik kulit kayu. Contohnya, paruh burung
pelatuk.
![]() |
| Angsa |
f. Paruh unggas pemakan
cacing berbentuk lebar dan memiliki struktur seperti sisir di bagian
pangkalnya. Struktur tersebut berguna untuk menahan makanan yang licin agar
tidak lepas dan menyaring makanan dari lumpur. Contohnya, paruh bebek dan
angsa.
3. Bentuk kaki
Variasi
bentuk kaki juga dapat ditemui pada burung dan unggas. Selain dipengaruhi oleh
jenis makanannya, bentuk kaki burung juga dipengaruhi oleh tempat hidupnya.
![]() |
| kaki burung elang sangat kokoh dan berkuku tajam |
a. Kaki burung pemakan
daging bentuknya kokoh dan memiliki kuku tajam. Fungsinya adalah untuk
mencengkeram mangsa dan merobek makanan.
b. Burung pengais
memiliki cakar dengan tiga jari menghadap ke depan dan satu jari menghadap ke
belakang. Bentuk kaki tersebut digunakan untuk mengais atau menggali tanah
dalam mencari makanan. Hewan yang memiliki bentuk kaki jenis ini adalah ayam.
Kaki ayam juga dilengkapi jalu yang digunakan untuk menyerang musuh.
![]() |
| kaki bebek dan pelikan memiliki kaki berselaput |
c. Jenis burung pemakan
ikan (perenang) biasanya memiliki kaki yang berselaput. Kaki jenis ini berguna
untuk berenang atau berjalan di lingkungan yang berlumpur. Burung yang memiliki
bentuk kaki jenis ini adalah pelikan.
d. Jenis burung pemakan
serangga seperti burung pelatuk, memiliki dua jari kaki menghadap ke depan dan
dua jari lainnya menghadap ke belakang dengan kuku yang tajam. Struktur kaki
tersebut digunakan untuk memanjat pohon ketika mencari serangga.
4. Bentuk mulut
Variasi bentuk mulut terdapat pada serangga. Berdasarkan jenis makanannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulut pengisap, mulut penusuk dan pengisap, mulut penjilat, dan mulut penggigit. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu. Mulut penusuk dan pengisap dimiliki oleh nyamuk, mulut penjilat dimiliki oleh lalat dan lebah, sedangkan mulut penggig dimiliki oleh belalang dan semut.
![]() |
| Belalang ( mulut penggigit ) |
![]() |
| Lalat ( mulut penjilat ) |







.jpg)








.jpg)






Komentar
Posting Komentar